Searching...
Sunday, August 14, 2016

Parodi Film: Suicide Squad (2016)


SPOILER ALERT!
Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.
SPOILER ALERT!
SPOILER ALERT!
SPOILER ALERT!

Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. 
AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem dalam komiknya, baik. Bayangin kalau Superman berikutnya jahat. Kita harus punya tim yang super juga untuk menghentikannya.”
PEJABAT MILITER: “Misalnya seperti apa?”
AMANDA: “Seperti ini. June Moone, harap maju.”

June Moone maju sambil ogah-ogahan. 
JUNE: “Harus banget gue yang demo ya?”
AMANDA: “Abisnya siapa? Harley Quinn? Dia mau disuruh ngapain, floating yoga?”

June Moone berubah jadi Enchantress. Enchantress menghilang, dan sedetik kemudian balik lagi dengan bawa sebuah buku tebal. 
PEJABAT MILITER: (nada kurang terkesan) “Oooke…, dan ini seharusnya mengesankan karena…?”
AMANDA: “Buku ini adalah dokumen rahasia musuh. Dia bisa disuruh ngambil barang dari mana pun.”
SESEORANG DI KERUMUNAN: “Gojek juga bisa.”
PEJABAT MILITER: “Dan kemampuan ini nantinya berguna untuk melawan Superman dalam hal…?”
AMANDA: “Sekedar info, belakangan ini Superman nggak lagi pake celana dalem merah di luar. Kalian pikir siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya celana itu, hm? Sekarang bayangkan kalo celana birunya ikut raib. Ayo, bayangkan. Saya serius.”
Hadirin nampak kurang nyaman. 

PEJABAT MILITER: “Lumayan mengesankan. Lalu gimana caranya kita memastikan makhluk ini nggak berbalik melawan kita?”
AMANDA: “Tenang. Aku punya ini.”
Amanda membuka sebuah koper berisi jantung Enchantress. 
AMANDA: “Kalau dia macam-macam, aku tusuk jantungnya dan dia akan mati.”
Pejabat Militer: “Sebentar. Kenapa dia mati kalau ditusuk jantungnya?”
AMANDA: “Ya wajar dong. Semua makhluk hidup kan membutuhkan jantung, jadi kalo jantungnya ditusuk, mati.”
PEJABAT MILITER: “Tapi sekarang jantungnya ada di koper dan dia baik-baik aja. Masih bisa disuruh ambil barang, lagi.”
SESEORANG DI KERUMUNAN: “Walaupun tetep lebih praktis pake Gojek.”

PEJABAT MILITER: “OK, ini baru satu orang. Anggota tim lainnya sama saktinya dengan dia, kan?”
AMANDA: “Yah… sakti itu kan relatif, ya.”
PEJABAT MILITER: “Coba lebih jelas.”
AMANDA: “Anggota lainnya ada Deadshot, jago tembak. Captain Boomerang, jago lempar bumerang. Harley Quin, jago mukul pake tongkat baseball. Killer Croc, manusia buaya. Diablo, bisa ngeluarin api.”
PEJABAT MILITER: “Jadi Anda mengantisipasi risiko kemunculan penjahat berkekuatan super dan kebal peluru, dengan membentuk tim yang anggotanya cuma bisa nembak, lempar bumerang, dan main gebuk stik baseball?”
AMANDA: “Ups, sori kelupaan. Masih ada satu anggota lagi, Slipknot.”
PEJABAT MILITER: “Wuah namanya terdengar ngeri, seperti nama band rock. Apa kebisaannya?”
AMANDA: “Memanjat dinding.”
Pejabat Militer mengurut kening. 

Beberapa hari kemudian Amanda menelepon Pejabat Militer.
AMANDA: “Lapor, salah satu anggota tim khusus kita melarikan diri dan membuat kekacauan.”
PEJABAT MILITER: “Semoga si pemanjat dinding.”
AMANDA: “Sayangnya bukan. Si Enchantress.”
PEJABAT MILITER: “Ya udah, tembak di tempat aja.”
AMANDA: “Udah. Ternyata dia kebal peluru. Dan omong-omong, dia juga ngajak adiknya, Incubus. Dan mereka berdua mengubah penduduk menjadi sekawanan zombie.”
PEJABAT MILITER: “Katanya waktu itu kita punya jantungnya, yang tinggal tusuk-tusuk mati?”
AMANDA: “Udah juga, ternyata setelah jantungnya ditusuk nggak mati tuh. Ups.”
PEJABAT MILITER: “Lalu, punya rencana apa?”
AMANDA: “Kita kirim tim khusus, yang waktu itu lho.”
PEJABAT MILITER: “Yang bisanya cuma nembak, lempar bumerang, dan gebuk stik baseball? Katanya si Enchantress ini kebal peluru…”
AMANDA: “Makanya tim ini saya kasih nama Suicide Squad.”

Rick Flagg memimpin Suicide Squad
RICK: “Hai semuanya, namaku Rick Flagg. Aku akan memimpin tim ini melawan Enchantress. Tapi jangan dibunuh ya, karena alter egonya, June, itu pacarku.”
ANGGOTA SUICIDE SQUAD: “Gimana rasanya pacaran dengan nenek sihir?”
RICK: “Yah asal jangan salah sebut nama di waktu-waktu krusial, selebihnya baik-baik aja kok.”

DEADSHOT: “Hai aku Deadshot, pembunuh bayaran yang bidikannya nggak pernah meleset. Aku pakai alat canggih di mata kiri supaya bidikanku tepat, dan pake topeng untuk melindungi identitasku.”
PENONTON: “Tapi kenapa di sepanjang film topengnya hampir selalu dilepas?”
DEADSHOT: “Karena produsernya nggak mau rugi, udah mahal-mahal nyewa aktor kelas A, masa mukanya nggak kelihatan. Kan mubazir.”
VIN DIESEL: “Groot.”

CAPTAIN BOOMERANG: “Jangan anggap remeh senjataku yang cuma bumerang, karena dalam film ini aku berperan sebagai tokoh yang menyegarkan suasana lewat celetukanku.”
HARLEY: “Oh ya? Apakah lebih segar dari ini?” (ganti baju di muka umum)
ANGGOTA SUICIDE SQUAD: (mimisan)
PENONTON: (kasih skor sempurna di Rottentomatoes.com dan IMDB.com)

RICK: “Untuk memastikan keamanan saya sebagai pimpinan proyek, kepala kalian udah dipasangi bom. Kalo macam-macam, kepala kalian meledak.”
CAPTAIN BOOMERANG: “Percaya, lu? Gue sih enggak. Paling cuma gertak.”
SLIPKNOT: “Iya nih. Cuma nakut-nakutin doang.”
CAPTAIN BOOMERANG: “Cobain deh, kabur.”
SLIPKNOT: (mencoba kabur) DUAR!
CAPTAIN BOOMERANG: “Ups.”

RICK: “Selain itu, masih dalam rangka menjaga keamanan saya, saya dikawal oleh Mbak Katana ini.”
KATANA: “Awas! Saya punya pedang yang mampu memerangkap jiwa orang-orang yang dibunuhnya.”
PENONTON: “Lantas dengan jiwa orang terperangkap di sana, pedangnya jadi lebih kuat?”
KATANA: “Enggak.”
PENONTON: “Lebih tajam?”
KATANA: “Nggak juga.”
PENONTON: “Jadi, apa?”
KATANA: “Lebih laku kalo dijual di OLX."

Anggota Suicide Squad menuju pusat kota yang dikuasai Enchantress dan Incubus beserta pasukan zombienya.  
PENONTON: “Kok zombienya cemen amat sih, tiap kali kena gebuk atau kena tembak, kepalanya pecah kayak kendi.”
CAPTAIN BOOMERANG: “Ya kalo zombienya kebal peluru juga, kesian gue dong, Cyin?”

Diablo, satu-satunya anggota Suicide Squad yang punya kesaktian, nggak mau unjuk kebolehan sejak awal film.
RICK: “Lu nggak mau sedikit agar sembur-sembur api, biar nggak gabut, gitu?”
DIABLO: “Aku ingin menjadi orang yang lebih baik dan menjauh berbagai bentuk kekerasan.”
RICK: “Masih inget Si Slipknot, kan?”
DIABLO: (nyembur api ke kawanan zombie)

PENONTON: “Ngomong-ngomong, Jokernya nggak ikutan nih? Perasaan di trailernya banyak muncul. Kok di filmnya jarang?”
HARLEY: “Serius, kalian lebih seneng lihat Joker daripada gue?” (nungging di depan kamera)
PENONTON: (kasih skor sempurna di Rottentomatoes.com dan IMDB.com)

Suicide Squad berhasil menyelamatkan Amanda Waller, dan menunggu jemputan helikopter di atas gedung. Tiba-tiba helikopter yang muncul udah dibajak Joker, untuk menjemput Harley Quinn. Harley Quinn gelayutan di bawah helikopter. 
HARLEY: “Yuk ah semuanya, duluaaan…”
AMANDA: “Deadshot, yang bidikannya nggak pernah meleset, ayo tembak dia!”
DEADSHOT: (teringat adegan ganti baju) “Ah buat apa, dia kan nggak pernah jahat sama gue.”
PENONTON: “Benar, JANGAN tembak dia!”
AMANDA: “Kalo kamu bisa nembak dia, gue bebasin dari hukuman sehingga lu bisa pulang ke anak lu, bantuin dia bikin PR, dan kembali berperan sebagai bapak-bapak idaman seperti peran lu di film lainnya.”
DEADSHOT: “OK lah kalo begitu.” (membidik)
PENONTON: (menahan napas)
HARLEY: (bergaya sambil gelayutan di tali)
DEADSHOT: (masih membidik)
HARLEY: (mulai kehabisan gaya) “Lama ya…”
DEADSHOT: (menembak)
HARLEY: (pura-pura mati, tapi bangun lagi)
PENONTON dan DEADSHOT: (high five)

Helikopter Joker ketembak, jatuh. Amanda Waller naik helikopter berikutnya, juga jatuh. Suicide Squad terpaksa jalan kaki. Mereka mampir ke sebuah bar.
SUTRADARA: “OK, karena film-film DC dikritik karena terlalu suram, nggak kayak film-film Marvel yang ceria dan lucu, kita mampir dulu di bar ini biar ada bercandanya dikit.”
HARLEY: (nyelain KILLER CROC)
SUTRADARA: “Sip, mari kita jalan lagi.”

Adegan puncak: Incubus mati dibom, Enchantress mati dibelah pedang.
PENONTON: “Sebentar, jadi tim khusus terpaksa diturunkan karena Enchantress dan Incubus kebal peluru, tapi akhirnya mereka mati cuma gara-gara bom dan pedang? Sia-sia banget.”
KILLER CROC: “Nggak lebih sia-sia dari gue yang sepanjang film cuma kebagian palingan cuma 3 baris, harus panas-panas pake kostum buaya, muka nggak kelihatan, dan cuma bagian masang bom dalam gorong-gorong yang nggak usah gue, mas-mas petugas Dinsih DKI juga bisa.”
PENONTON: “Bener juga…” (siap-siap ngasih rating jelek di Rottentomatoes.com dan IMDB.com)
HARLEY: “Hai semuanya…” (nungging di depan kamera)
PENONTON: (kasih skor sempurna di Rottentomatoes.com dan IMDB.com)

4 komentar:

  1. Sebenernya cukup kirim Chuck Noris dan Delta Force team kelar sih..

    ReplyDelete
  2. Ahahahahah si geblek πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    ReplyDelete

 
Back to top!