Searching...
Saturday, May 14, 2016

Review: My Stupid Boss (2016)


Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!

Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere kelima yang pernah gue datengin. Gue demen banget premiere, karena: satu, bisa tau duluan, jadi bagian dari orang-orang pertama yang nonton sebuah film secara eksklusif. Dua, juga bisa berkesempatan ngasih apresiasi langsung ke para pembuat filmnya.

Premiere My Stupid Boss digelar di CGV Blitz Grand Indonesia, dan berdasarkan referensi gue yang baru ngerasain 5 kali nonton premiere ini, termasuk salah satu yang paling serius. Beberapa banner raksasa My Stupid Boss menghiasi dinding lobby, ada mini set yang menggambarkan lokasi gudang Bossman, serta photo booth berbentuk replika meja kerja Bossman. Oh iya, juga ada flash mob dengan lagu Cindai yang jadi lagu tema film ini. Seru!


Yay, premiere lagi!



Banner raksasa My Stupid Boss


Replika meja kerja Bossman


Antrian photo booth


Ssst... filmnya udah mau mulai

Nah sekarang tentang filmnya.
Sama seperti bukunya, film ini menceritakan pengalaman (baca: penderitaan) Diana (BCL) punya boss ajaib yaitu Bossman (Reza Rahadian).yang plin-plan, norak, pelupa, narsis, licik, dan super pelit. Situasi menjadi rada pelik karena Bossman ini teman lama suami Diana, Dika (Alex Abbad). Selain itu Diana dan Bossman terikat kontrak kerja yang menurut hukum Malaysia, tempat kantor mereka berada, mewajibkan salah satu pihak yang memutus kontrak untuk membayar seluruh gaji yang tersisa kepada pihak satunya. Itu sebabnya walau udah sebel setengah mati kepada Bossman, Diana nggak bisa resign dan sebaliknya, Bossman nggak bisa mecat Diana sekalipun Diana berulah.
Waktu baca bukunya, terus terang gue rada susah ngebayangin gimana sosok si Bossman ini dalam dunia nyata. Gimana bentuknya orang yang punya kombinasi maut sifat-sifat jelek kayak gitu, coba? 

Untungnya, tugas berat itu diserahkan ke Reza Rahadian yang lagi-lagi berhasil memanusiakan sebuah karakter. Buat kalian yang ngefans sama Reza karena kegantengannya, siap-siap kecewa lihat penampakannya di film ini yang ancur berat. Dengan wig berambut jarang , kumis lele, dan sumpelan perut buncit om-om, di sini Reza bener-bener tampil super ngeselin.


Cewe-cewe: "Reza? Oh tidaaak....!"


Adegan favorit gue di film ini adalah reaksi Bossman waktu mobilnya nabrak, dan ekspresi Mr. Kho (salah satu pegawai Bossman) waktu ‘dipaksa’ ulang tahun. Itu adegan gobloook banget, kalian harus lihat sendiri! Sebagai film, cerita My Stupid Boss memang ‘unik’ karena boleh dibilang nggak ada target yang dituju tokoh utama. Film ini murni menceritakan kisah bertahan hidup bersama boss ajaib, yang mungkin bikin 90% penontonnya bersyukur bahwa bossnya nggak seancur boss dalam film ini, sementara yang 10% mungkin dapet inspirasi baru karena punya boss yang lebih ajaib. Atau lebih goblok.

Selain Reza Rahadian yang tampil dominan di sepanjang film, para karakter pendukungnya juga unik-unik. Selain Mr. Kho (Kinwah Chew), ada Adrian (Bront Palarae) yang playboy melayu, ada Azhari (Iskandar Zulkarnain) yang zikir melulu sambil baca buku berjudul ‘Tafsir Wanita”, dan sebagai penyegar mata ada Norahsikin (Atikah Suhaime). Atikah Suhaime ini aktris Malaysia. Kasihan sekali dia, sempet kena gosip video skandal dengan dua orang pria. Sejak gosip itu santer, konon tawaran peran jadi menurun dan dia sempet diblacklist dari salah satu acara TV di Malaysia. Beda banget dengan Indonesia ya, kalo di sini kena gosip gituan malah tambah laris. Belakangan terbukti gosip itu nggak bener, dan sekarang dia udah sibuk shooting lagi. OK ini udah melenceng.


Abang doakan Dek Atikah makin rajin main film Indonesia ya


Sebelum kereta jalan, safety belt dulu ya Dek...

Oh iya, film ini disutradari oleh Upi Avianto, yang dulu bikin salah satu film Indonesia favorit gue Realita Cinta dan Rock ‘n Roll.


0 komentar:

Post a Comment

 
Back to top!